Anda tidak akan pernah tahu bagaimana kerja takdir dan rencana kilat seseorang berhasil mempertemukan saya dengan orang ini, rima. Pagi itu, menjelang siang tepatnya, Jakarta sudah sibuk dan jauh dari kata lenggang. Meskipun demikian, rasa dingin masih dapat entah kami semua rasakan atau saya sendiri saja di jalan Denpasar di depan kantor Kedutaan Besar Singapura. Entah bagaimana, terbawa pergaulan atau apa, mata ini sudah cukup pandai memindai di tengah keramaian.
"Nah! Itu dia!" Teriak saya dalam hati setengah kegirangan.
Kebetulan saya tidak datang sendiri ke tempat itu. saya dengan ketiga orang teman saya datang ke tempat ini. Tetapi, ayolah, lupakan dengan siapa saya datang ke tempat ini. Kami semua yang berkumpul di depan kantor ini bertujuan mengikuti tes seleksi penerimaan beasiswa. Ya, walaupun hasil akhirnya jadi berbeda nanti.
Waktu itu dia mengenakan baju berwarna hitam dengan jaket biru, datang di antar oleh ayahnya yang lekas pulang segera. Tidak mungkin terlihat biasa jika sampai saya ceritakan dalam kisah ini. Ada beberapa hal yang tak perlu saya gambarkan mengenai dia, cukup satu kata; "Istimewa" seperti sungai Nil di Mesir ataupun seperti melihat meteorit yang jatuh tepat di halaman belakang.
Sejauh ini kita hanya melihat bagaimana takdir bekerja, selanjutnya adalah bagaimana rencana kecil, siasat anak manusia berjalan. ketika hidup adalah pilihan dan kita sebenarnya disuguhkan beberapa pilihan takdir-takdir yang harus kita tentukan sendiri.
"Tempat tes-nya dimana ya?" tanyanya pada saya.
"Oh, kesitu aja lurus terus nanti nanya lagi." seru saya sambil menunjuk ke belakang karena sebenarnya saya pun tidak tahu dimana tempat tes pastinya.
kebetulan saja, saya yang terlebih dahulu sampai di dalam pos penjagaan yang cukup agak sedikit ketat dan saya berdiri menunggu tidak untuk masuk ke dalam terlebih dahulu menunggu teman-teman yang kami datang bersama.
"gw angga." coba saya perkenalkan diri sembari menyodorkan tangan.
"owh, rima." sahutnya menjawab perkenalan kami.
"ngambil apa disini?" tanya saya.
"fisika, computer science di NTU."
"owh, samalah berarti kita."
tak lama, bertambah orang masuk ke dalam selepas di pos pemerikasaan di depan. teman-teman saya pun datang. kami pun masuk dan mengikuti ujian tes masuk tersebut seperti umumnya.